Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan

Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan

Wilkommen Ramadhan,

Berbeda dengan artikel-artikel sebelumnya yang membahas tentang program Au Pair, FSJ dan Ausbildung ataupun kegiatan peserta entah itu cooking class atau German Day. Kali ini dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Admin akan khusus membahas tentang Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan.

Ada kah diantara kalian yang masih sering mengeluh “ah puasanya berat, apalagi kalau panas terik gini”, “lemes ih jadi mager mau kerja” dan keluhan yang lainnya. Kalau kalian salah satunya, Admin sarankan kalian baca tulisan ini sampai akhir. Admin yakin setelah kalian baca tulisan ini sampai akhir, kalian akan bersyukur karena berpuasa di Indonesia. Ah masa sih Min? Yuk check this out…

Seperti yang kita tau, puasa di Indonesia berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Dan jarak antara buka puasa dengan sahur masih cukup lama yaitu sekitar 11 jam, jadi kita masih punya cukup waktu untuk menjalankan ibadah sholat tarawih, beristirahat (tidur) dan sahur. Kalian pernah gak sih membayangkan menjalankan ibadah puasa di Negara Eropa khususnya Jerman yang durasi puasanya hampir 19 jam dan jarak waktu dari buka puasa ke sahur hanya 5 jam. WOW! Kebayang gak, kalian punya waktu untuk berbuka puasa, shalat tarawih, dan sahur harus kalian lakukan selama 5 jam tersebut apalagi kalian juga perlu istirahat. Itu masih salah satu diantara beberapa tantangan yang dihadapi muslim di Jerman selama menjalankan puasa Ramadhan. Lalu apa saja sih tantangan lainnya? Langsung kita bahas yuk…

  • Tidak bisa menemukan kolak, es blewah, kerupuk mie kuning, gorengan dan takjil lainnya

Setuju ga kalo kolak, es blewah, goreng-gorengan, Es kelapa dan Kerupuk mie kuning menjadi begitu “Istimewa” menjelang bulan Puasa? Bisa dibilang makanan maupun minuman yang Admin sebutkan itu adalah “Primadonanya” dari seluruh menu yang paling digemari & banyak dikonsumsi di Indonesia saat bulan Puasa.

Namun Sebagai negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim tentunya Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan, pasti sangat sulit menemukan para penjual Kolak, es blewah, goreng-gorengan dll. Tapi tenang saja, bagi yang kangen masakan indo atau mau takjil gratis, coba datang ke daerah sekitar Berlin atau ke KBRI, disana biasanya sering diadakan buka puasa dan terawih bersama.

  • Menjalankan puasa saat Sommer (Musim Panas) yang suhunya bisa mencapai 30°C

Berbeda dengan Indonesia yang hanya mempunyai 2 musim, Jerman yang merupakan salah satu negara di Eropa Barat mempunyai 4 musim. Dan puasa Ramadhan di Jerman selalu bertepatan dengan musim panas (sommer). Yang mana waktu siang lebih panjang dibandingkan waktu malam, matahari mulai terbenam pada pukul 22.00. Belum lagi ditambah saat musim panas, matahari akan bersinar lebih terik daripada musim sebelumnya.  Jika di Indonesia, kebanyakan warung makan tutup atau memasang tirai untuk menghormati orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Berbeda dengan di Jerman, justru ketika musim panas mereka lebih menyukai makan di outdoor karena mereka sangat menyukai matahari. Yah kebayang dong ya, gimana godaannya lihat orang makan ice cream sepanjang jalan di saat matahari pas terik-teriknya, saat itu keimanan kalian sedang diuji guys dan itu bukanlah hal yang mudah lho.

  • Menahan homesick
    Tidak bisa dipungkiri, menjalankan ibadah puasa jauh dari keluarga pasti ada rasa homesick atau rindu keluarga khususnya masakan ibu. Tapi sekali lagi, karena keadaannya memang seperti itu mau tidak mau kalian harus mencari cara bagaimana mengatasi saat kalian homesick. Misalnya, kalian bisa berkumpul dengan teman sesama WNI lalu memasak bersama untuk hidangan buka puasa. Atau alternatif lain, seperti yang Admin bilang tadi kalian bisa berkunjung ke KBRI untuk ikut buka bersama dan sholat tarawih berjamaah. Jadi Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan bisa dihadapi asal kita tau cara mengatasinya.

    Nah gimana masih ngeluh puasa berat di Indonesia? Berarti kalian harus denger langsung cerita dari salah satu peserta kita yang sedang Ausbildung di Jerman sekaligus menjalankan ibadah puasa sebagai seorang muslim. Siapa sih dia? Berat gak sih apalagi dia ditempatkan di restoran? Jangan lewatkan live instagram kita hari Senin, 21 Mei 2018 jam 15.00 WIB. Buat kalian yang belum follow instagram kita, buruan follow ya @infoaupair biar kalian gak ketinggalan.

    Oke deh sekian dulu ya artikel Puasa di Jerman Yang Penuh Tantangan, semoga bisa bermanfaat bagi kalian. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
    GLÜCKLICHES FASTEN (Selamat Menunaikan Ibadah Puasa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *