Novialetta (Aupair Jerman 2014)

Novialetta (Aupair Jerman 2014)

Gadis cantik ini biasa disapa dengan panggilan “cici Letta”. Dia tinggal di jerman sebagai Aupair sejak tanggal 4 Agustus 2014, dan hingga kini tinggal di kota München. Nah berikut ini sekilas cerita dari tanya jawab antara admin dan Novialetta seputar pengalamannya menjadi Aupair di Jerman.

Reise LettaHallo Ciii, bagaimana kabarnya selama tinggal di Jerman? Ceritakan dong ke kami hal baik apa saja yang kamu dapatkan dari program Aupair ini?
Selama program Aupair ini berlangsung ada banyak sekali hal baik yang aku alami, susah diungkapkan dengan kata-kata 🙂 tapi aku coba sebutkan salah satu diantaranya ya… Pasti banget tentang makanan, selama disini aku sama sekali nggak kekurangan makanan. Terbukti dari bertambahnya berat badanku selama tinggal disini. Hihi Keluarga Asuhku sangat royal terhadapku. Di awal kedatanganku aku dikasih handphone untuk komunikasi, beberapa lama kemudian mereka bilang handphone aku rusak dan membelikan handphone baru lagi untukku, padahal bagi aku sih nggak rusak dan masih bisa dipakai. Merek nggak usah disebut lah yaaa xD Mereka juga ngasih aku freewill buat pilih deutschkurse dimana aja. (nggak harga mati di 1 tempat contohnya) Tanggal 7 Januari 2015 ini aku pindah deutschkurse ke DKFA (Deutschkurse bei der Universität München) dan aku sangat EXCITED ! Hehe.. 😀 Oh iya, jam kerjaku sebagai Aupair disini nggak lama, bahkan aku ngerasa semua yang aku lakukan bukanlah merupakan pekerjaan, pokoknya senyaman rumah sendiri aja. Hehe Pagi hari aku hanya nyiapin bekel buat Lukas anaknya, setelah itu kan aku deutschkurse dan free sampai sekitar jam setengah 3an. Aku nggak setiap hari jemput Lukas di sekolah, biasanya mamanya yang jemput. Setelah Lukas di rumah aku main dengan Lukas sebentar sampai waktu makan malam tiba (sekitar jam 6an), setelah itu tidur deh. Hahaha wajar ya aku makin gendut disini xD Aku beres-beres rumah cuma seminggu sekali, itupun aku ngelakuinnya kalau rumah udah keliatan kotor aja. 😀

Lalu, pengalaman buruk apa aja nih yang sudah dialami selama menjalani kehidupan sebagai Aupair di Jerman?
Ngomong-ngomong tentang hal buruk, aku rasa nggak ada pengalaman buruk selama aku jadi aupair disini. Tapi sedikit gesekan pasti ada. Aku pernah menghilangkan monatskarte bulanan aku. Dengan deg-deg-an aku bilang yang sejujurnya dan minta maaf karena udah menghilangkan monatskarte. Eh ga taunya orang tua asuh aku cuma bilang “Ja, es ist okay. No problem :)” pake emoticon senyum pulaaa. Aku sendiri stress mikirin seharian karena takut diomelin, mereka mah nyantai ajaaaa haha

Ceritakan dong pengalaman kamu yang paling berkesan selama jadi Aupair?
Momen terbaik sebagai Aupair disini adalah waktu kita berempat (aku, orangtua asuh, dan Lukas) nari sama-sama, waktu itu ceritanya Lukas bikin konser di ruang tamu 😀 waktu itu aku berasa dekat sekali dengan keluarga. Hal yang paling lucu waktu kita terkunci diluar rumah dan akhirnya numpang di rumah tetangga sampai mereka pulang. Kejadian itu bikin aku menyadari bahwa orang jerman jauh lebih ramah dan welcome buat nolong orang. Beliau mau loh gendong aku buat turun abis manjat pager, haha dan disediakan makanan di rumahnya, ngobrol-ngobrol, pokoknya mereka baik-baik sekali.

Seperti apa keluarga asuh kamu selama tinggal di Jerman?
Keluarga asuhku ayahnya berkebangsaan Jerman, sedangkan ibunya dari Filipina, anaknya satu laki-laki bernama Lucas. Sang ayah bekerja di salah satu perusahaan ternama di Jerman sebagai Marketing Director. Ibunya juga bekerja namun sekarang sedang melanjutkan S2nya di salah satu universitas ternama di kota ini. Karena aku dan mamanya sama-sama dari Asia, beliau mengerti sekali apa yang aku rasakan. Pernah suatu ketika dia tiba-tiba tanya ke aku “kamu lagi homesick ya?” aku jawab “kok bisa tau? Iya aku lagi homesick” lalu beliau bercerita deh kisahnya dulu waktu beliau meninggalkan Filipina sampai akhirnya bertemu dengan suaminya sekarang di Jepang. Lalu mereka menikah dan kembali ke Jerman. Beliau pasti masak masakan asia sekali dalam seminggu. Termasuk nasi juga loh. Hehehe.. mereka memang sangat mengerti aku. Makanan favorit mereka dari masakan aku adalah mie goreng tumis haha. Aku ga tau kenapa mereka kadang suka minta masakin itu. Katanya enak, tapi sedikit asin XD

Aupair Sprachkurs Letta

Bagaimana kemampuan bahasa jerman kamu sekarang?
Kemampuan bahasa jermanku di Indonesia hanya basic (level A1), November kemarin aku selesai level A2.1 di MVHS. Walau beberapa bulan saja, aku merasa bahasa jermanku jauuuuuuh lebih baik. Kenapa? Karena setiap hari dipaksa buat dengerin gurunya dalam bahasa jerman. Guru ku memaksa kami untuk hanya berbicara jerman dalam kelas, sie sagt “Nur Deutsch bittAupair Lettae” apabila dia denger kita ngomong sama yang lain paka bahasa yang lain selain jerman. Walau struktur kalimat ngaco dan asal-asalan, itulah proses belajar. Memang sekarang masih belum perfect, but bertemu dengan orang-orang baru , belajar berbicara dengan orang lain membuat kita jadi bisa. Kita nggak perlu takut salah karena kita masih belajar.

Selepas program Aupair ini berakhir, apa rencana kamu selanjutnya?
Rencana aku setelah program Aupair ini berakhir pastinya adalah kuliah 😀 aku sudah planning, mulai tahun ini deutschkurse sampai level B2 untuk bisa apply ke Uni. Aku juga lagi study hard nih buat nanti tes masuk studkol. Teman-teman doain ya, agustus/september ini aku mau tes masuk Studkol 🙂

Sampai Jumpa di Jerman, aufwiedersehen~ ^^

 

One Comment

  1. Hallo…slam knl aq tika n dr i donesia jg, skrg JG lg ikt Programm aupair…….aq tnggal di Kiefersfelden berbatasan dgn austria……sejam dr kota München……bleh jd tmn GAK?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *