KOMALA SARI (AUPAIR JERMAN 2014)

KOMALA SARI (AUPAIR JERMAN 2014)

Hallo teman-teman ūüôā Pada artikel kali ini giliran kak Komala Sari yang akan berbagi pengalamannya¬†menjadi Aupair di negara Jerman. Check it out ūüėČ

Aupair Jerman Komala SariSejak kapan tinggal di Jerman, di kota apa?
Saya tinggal di Jerman sejak 20 September 2014 di Kota Stuttgart, sebenernya dulu berangkat tanggal 14 September tapi kebetulan Gastfam saya sedang pulang kampung Ke Wina (Gastmutter saya asli Wina ceritanya) jadilah saya ambil penerbangan ke Wina dan tinggal beberapa hari disana.

Hal baik apa yang kakak dapatkan dari mengikuti program Aupair?
Hal baik yang saya rasakan sebenarnya banyak sekali pastinya karena semua adalah hal baru buat kita yang pertama kali tinggal dengan orang asing untuk waktu yang¬†relatif lama. Dari pengalaman saya sendiri 1-3 bulan pertama adalah masa adaptasi, mungkin ada teman-teman yang sering mendengar istilah¬†“culture shock” dan hal itu sangatlah wajar dengan adanya perbedaan kultur, kebiasaan, agama, dan bahasa antara kita dan Gastfam. Belajar banyak hal baru bisa menambah luas pengetahuan kita¬†tentang negara lain. Saya baru sekitar 3 bulan lebih disini jadi pastinya saya juga mengalami masa adaptasi, tapi alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan mulai¬†terbiasa. Saya merasa beruntung karena mereka menerima saya dan tidak bermasalah walaupun saya berkerudung dengan notabene mereka non-muslim. Hal itu membuat saya sadar tentang arti toleransi. Sebelumnya saya sempat putus asa karena ketika saya mendaftar di salah satu situs Aupair yang populer, masalah kerudung adalah salah satu faktor yang membuat beberapa keluarga menolak saya.¬†Tapi saya yakin pasti ada keluarga yang toleran, dan hal itu terbukti, so jadi buat kalian yang berkerudung memiliki kesempatan yang sama kok tenang saja. Disini juga kita belajar dari Gastfam cara mendidik anak ala orang sini, dan banyak sekali hal-hal baik yang bisa kita contoh untuk diaplikasikan ketika kelak kita jadi orang tua nanti. Punya teman baru atau kenalan baru juga sangat menyenangkan dan kita bisa punya banyak teman dari berbagai negara.

Hal buruk apa yang kakak dapatkan dari mengikuti program Aupair?
Selama saya disini Alhamdulillah tidak pernah mengalami hal buruk dan berharap semuanya baik-baik saja, mungkin maksudnya bukan hal buruk tapi pengalaman-pengalaman unik yang terjadi pada masa adaptasi. Seperti halnya kebiasaan sehari-hari yang terjadi antara kita dan Gastfam pastilah pada masa awal-awal kita mungkin melakukan kesalahan dan mungkin Gastfam kita menegur kita tapi sepengalaman saya sih kalau dimarahi disini seperti diajak diskusi dan diberitahu cara yang benar. Contoh dari pengalaman saya misalnya masalah coklat atau makanan manis, jadi rata-rata orangtua disini sangat ketat pada anak mereke soal makanan manis. Tapi waktu itu saya yang dengan polosnya memberikan makanan manis ketika anaknya minta, ya pasti Gastfam saya memberitahu bahwa itu salah. Dan mungkin karena kebiasaan kita orang Indonesia yang kalau ditegur sering dimasukan ke hati jadi suka kepikiran gitu kan. Padahal rata-rata orang disini kalau sudah memberitahu atau menegur bereslah urusannya dan lupa. Hal ini yang sering saya dengar dari teman-teman Au-pair yang dari Indonesia loh, sekedar berbagi saja.

Apa momen terbaik kakak selama menjadi Aupair di Jerman?
Momen terbaik yang saya alami selama disini adalah mungkin karena kebetulan Gastkind saya hanya satu orang dan masih terbilang kecil, tapi anak-anak itu dimanapun sangatlah cerdas dan saya banyak belajar dari dia. Jadi ketika saya shalat dan kebetulan dia ada didekat saya, dia memperhatikan gerakan-gerakanya dari awal sampai. Ketika saya membuka mukena dia mengambilnya dan berkata dia juga ingin shalat sambil berlari ke ruang tamu dimana ayah-ibunya berada dan dengan pede melakukan gerakan-gerakan shalat yang dia lihat ketika saya shalat. Jujur saya sedikit deg-degan bagaimana reaksi orang tuanya dan takut mereka marah dan ternyata mereka hanya tertawa geli dan excited melihat apa yang dilakukan anaknya, saat itu saya sadar betapa tolerannya mereka kepada saya dan merasa terharu. Saya banyak belajar tentang toleransi disini dan sadar sesuatu menjadi masalah apabila kita mempermasalahkannya, tapi tidak akan jadi masalah apabila kita tidak mempermasalahkannya.

Bagaimana dengan keluarga asuh kakak?
Keluarga asuh saya adalah keluarga muda yang baru membangun rumah tangga beberapa tahun dan memiliki seorang putri cantik berumur 3 Tahun. Saya agak terkejut ketika melihat usia mereka yang masih muda dan hanya terpaut beberapa tahun saja dengan saya. Saya sangat kagum karena mungkin jarang orang sini yang sudah punya anak di usia yang relatif sangat muda. Tapi walaupun masih muda mereka adalah orang tua yang sangat baik. Gastmutter saya seorang Dokter asli Wina dan Gastvater saya Accounting asli Stuttgart. Walaupun mereka sibuk, tapi selalu berusaha meluangkan waktu untuk anaknya loh. Apa yang bisa mereka kerjakan sendiri untuk anaknya, ya dikerjakan sendiri. Pokoknya saya banyak belajar dari mereka.

Aupair ReisenBagaimana dengan perkembangan bahasa Jerman kakak?
Saya basic bahasa Jerman level A1 di Indonesia, dan sedang melanjutkan A2-1 di VHS Stuttgart. Aduh jujur untuk masalah bahasa saya sekarang sudah lebih baik namun belum begitu lancar karena kebetulan Gastfam saya juga native English jadi kami masih campur-campur gitu deh. Tapi semoga setelah satu tahun bahasa Jerman saya bisa lebih baik hehe.

Sepertinya kakak betah nih di Jerman, apa rencana kakak setelah program Aupair berakhir?
Rencana setelah Aupair saya masih dalam pertimbangan hehe karena saya sudah menamatkan S-1 di Indo jadi saya berniat mencari master disini sambil menunggu kesempatan mungkin setelah Au-pair saya mengambil kerja sosial dulu (FSJ) mohon doanya ya teman-teman, saya juga doakan semoga kalian yang berminat jadi Au-pair juga bisa segera menyusul kesini amin.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *