KISAH AUPAIR : 1 Minggu Dapat Gast Familie !

KISAH AUPAIR : 1 Minggu Dapat Gast Familie !

1 Minggu Dapat Gast Familie !

Kali ini Saya ingin berbagi cerita salah satu peserta Aupair tentang pengalamannya dalam Proses Pencarian Keluarga dan Pengalaman yang akan Saya ceritakan adalah milik Alfi.

Selesai dari magangnya bersama Gian selama kurang lebih 1 bulan, Alfi mengumpulkan berkas-berkas yang Saya perlukan untuk mengurus proses Pencarian Gast Familienya.

Mulai dari Surat Dear Familie, beberapa foto dokumentasi magang dan pribadinya, Sertifikat Bahasa Jerman, Aplikasi Agen Aupair, serta Paspor.

Aplikasi Agen Aupair yang Alfi isi ada sekitar 12 Aplikasi dan itu adalah Agen-agen yang terdaftar di Kedutaan Jerman yang telah bekerja sama dengan Yayasan Aupair. Dalam proses pencarian Gast Familie yang paling penting adalah membuat surat Dear Familie. Mengapa surat Dear Familie? Karena didalam surat itulah Anda akan menuliskan segala hal tentang diri Anda dan motivasi Anda mengikuti Aupair sehingga membuat Gast Familie Anda tertarik dengan profil Anda.

Tetapi bagi peserta yang sudah bergabung dikami, mereka semua tak perlu khawatir karna kami membantu mereka dalam membuatkan dan merapihkan surat Dear Familie sehingga menarik calon Gast Familie. Karena banyak dari para peserta Aupair yang sulit mendapatkan Gast Familie atau bahkan selalu mendapat balasan Negatif di akun Aupair World mereka disebabkan karena Profil Aupair yang tidak menarik dan surat Dear Familie yang datar.

Maka kami dengan segala pengalaman kami dalam membuat surat Dear Familie, kami mampu memberikan Jaminan kepada peserta kami untuk mendapatkan Gast Familie 🙂

“Yu aku udah buat dear familienya nih, tapi masih belum selesai. Aku kirim ke Whatsapp kamu aja ya”

“Yaudah kirim aja mba Alfi, nanti diperiksa sama Herr Ayunk dulu”

“Aku buatnya ada beberapa yang ngikutin dari contoh punya anak-anak yang kamu kasih ke aku yu, rapopo yo? nek bahasa jermane ono sing salah, minta tolong Herr benerin yo yu”

“Haha iya tenang mba Alfi nanti aku bilang Herr”

“Foto-foto ku masih ada yang kurang gak yu? Atau udah cukup”

“Nanti ya diliat sama Herr dulu, nanti kalo kurang aku minta lagi sama mba Alfi, Aplikasinya juga diperiksa dulu sama Herr, baru bisa ku kirim ke Agen di Jerman”

“Oke yu kabarin aku aja yo, nek ono yang kurang-kurang”

Begitulah kira-kira percakapan Saya dan Alfi hari itu. Lanjut dihari berikutnya, Herr Ayunk meminta Saya untuk menyuruh Alfi datang ke kantor. Kira-kira sekitar pukul 1 siang, Alfi tiba di Kantor dan bertemu Herr Ayunk. Pertemuan itu untuk membahas revisi surat Dear Familie yang telah dibuat Alfi. Herr Ayunk menanyakan beberapa pertanyaan tentang kepribadian Alfi dan dari diskusi inilah kami dapat merapihkan Dear Familie Alfi sehingga sangat menarik.

Ada beberapa point penting dan khusus yang harus para Peserta Aupair pahami dalam menulis dear familie, terdapat tips dan tricknya, sehingga tidak dapat sembarangan ya…

Setelah seluruh persyaratan lengkap, Saya mulai mengirimkan beberapa Aplikasi milik Alfi. Waktu itu tanggal 18 Oktober sekitar pukul 8 malam saya mengirimkannya. Selang beberapa jam, saat Saya sudah berada dirumah Alfi menghubungi Saya melalui Whatsapp. Ia mengirimkan Saya screenshoot emailnya seperti gambar dibawah ini :

Screenshot_8

 

 

“Yu udah tidur belom? Agen dari Berlin ngajak aku skype nih, piyee Yu?? nek aku bikin janji skype besok gapapa Yu?”

“Oh yaudah bales aja mba Alfi kalo emang mba Alfi ga bisa skype sekarang, fast respond ko emang Agen dari Berlin itu kalo udah tertarik sama Profil calon Aupairnya.”

“Oke deh Yu nanti ku bales email dari Agen Berlinnya, sama ada beberapa Agen juga tadi yang bales email Yu”

“Sip mba Alfi besok pagi aku cek ya emailnya”

“Oke Danke Yu”

“Bitte mba Alfi”

———————–

Tiba dimana hari itu menjadi hari pertama kalinya Alfi akan skype dengan Agen dari Berlin. Sekitar pukul 10 pagi waktu Jerman dan pukul 5 sore di Indonesia. Sebelum skype dengan Agen, Alfi sudah kami informasikan beberapa hal dan pertanyaan yang biasanya di tanyakan oleh Agen. Tak hanya itu, kami juga sudah menginfokan tentang bagaimana menjawab pertanyaan tersebut 🙂

Sore itu di kantor Yayasan Aupair hanya tinggal ada beberapa orang, yaitu Saya, Alfi, Gian dan Mba Annur. Tepat pukul 5 sore, akun skype milik Alfi dihubungi oleh Agen Berlin. Seketika Alfi merasa panik dan nervous.

“Aaah Ayuuu aku kudu piyeee, ngomong opoo (Aku harus gimana, ngomong apa)??”

“Iiih yaudah angkat dulu itu skypenya, santai aja rilex mba Alfi pasti bisa”

Maka dimulailah pengalaman pertama skype Alfi dan Agen di Berlin.

Percaya deh sama Saya, saat itu raut wajah Alfi benar-benar nervous melebihi saat ujian Sprechen di Goethe Institut. Mungkin karena ini benar-benar berhadapan langsung dengan orang Jermannya. Namun tepat seperti dugaan Saya bahwa Alfi mampu dengan baik menyelesaikan skypenya dengan Agen di Berlin. Bahkan Agen di Berlin sudah menyiapkan Gast Familie untuk Alfi, hanya saja sebelum Agen di Berlin memperkenalkan dengan Gast Familienya, ia ingin melihat kemampuan berbahasa Jerman Alfi.

Dua hari setelah skype dengan Agen di Berlin, Alfi mulai berkenalan dengan Gast Familie yang dijanjikan Agen Berlin. Alfi juga telah skype dengan calon Gast Familienya dan tanpa di duga Gast Familie itu langsung tertarik dengan Alfi serta meminta Alfi untuk menjadi Aupairnya dan datang ke Jerman pada awal Desember. Kini kegalauan yang Alfi rasakan bukan karena belum mendapat gast familie, tetapi memutuskan apakah akan menerima atau menolak keluarga tersebut.

“Piye Yu, aku bingung yo pengen kenal sama gastfam yang lain juga, kalo berangkat Desember terlalu kecepetan ga sih?”

“Daripada mba Alfi bingung gitu, lebih baik mba Alfi diskusi sama Orang tua mba Alfi tentang gastfam nya,udah tanya hak-hak yang mba Alfi dapat apa aja dari gastfam itu?”

“Udah sih Yu, dan mereka kasih semua yang aku minta, bayarin aku perpanjang visa, bayarin full Sprachkurs, kasih monatkarte, dll. Oke deh aku diskusi dulu aja kali ya sama Orang Tuaku”

Kurang lebih hampir 3 hari setelah Alfi berdiskusi dengan Orang Tuanya. Orang Tua Alfi pun memberi izin jika Alfi memilih gastfam ini dan memperbolehkan dirinya untuk berangkat di awal Desember.

Selamaaat ya mba Alfi udah dapat gastfam dan diizinin Orang Tua untuk berangkat Desember, Happy banget aku dengernya, semoga semuanya lancar ya sampai ngurus Visa dan dapat Visa”

“Alhamdulillah makasih ya Ayu, Amiin Amiin. Oh iya Yu untuk proses pembuatan Visanya sendiri gimana dokumennya, apa aja yang dibutuhin?”

“Oh itu tenang, nanti aku yang urus ya, nanti aku minta Herr Ayunk untuk email Agennya dan minta dokumen yang mba Alfi butuhin untuk dikirim by email. Sekarang buat Termin dulu aja di website kedutaan”

Begitulah yang terjadi dengan Proses Pencarian Keluarga Alfi. Tidak banyak rintangan yang menyulitkan selama prosesnya, 1 Minggu sudah fix mendapatkan Gast Familie, hanya memang beberapa langkah sebelum proses ada beberapa hal yang harus benar-benar di persiapkan. Setelah mendapat gast familie seperti ini, maka langkah Alfi selanjutnya adalah membuat Termin di Kedutaan Jerman dan mempersiapkan seluruh dokumen yang ia perlukan untuk mengurus visa.

Hemm rasanya Saya masih ingin menceritakan seluruh proses Alfi sampai mengurus visa tanggal 9 November kemarin, tetapi dijeda sampai sini dulu ya. Next Saya janji, Saya akan menceritakan tentang pengalaman Alfi dalam menyiapkan Dokumen Visa serta bagaimana saat ia tiba di Kedutaan Jerman. Dan bagaimana ia menyikapi masalah ketika H-1 seluruh dokumen yang ia butuhkan belum juga tiba dari Jerman. Kepanikan Alfi bertambah 99 %, bahkan sampai ia menangis.

Penasaran kan?? Tunggu cerita selanjutnya ya ^^

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *