Detik-Detik Remaja Asal Cirebon Mewujudkan Impiannya di Jerman

Detik-Detik Remaja Asal Cirebon Mewujudkan Impiannya di Jerman

 

Susan Rahmawati atau yang lebih akrab dipanggil Susan adalah remaja asal Cirebon yang menjadi salah satu peserta magang Bacth 1 di Yayasan Aupair Indonesia Jerman. Susan sudah menjalani program magangnya selama 1 tahun. Berkat tekadnya yang kuat akhirnya Susan telah menyelesaikan masa magangnya dan mempersiapkan dirinya untuk belajar bahasa Jerman selama 3 bulan, lalu mengikuti Ujian A2 di Goethe Institut.

Awalnya Susan cukup khawatir ia tidak bisa Lulus Ujian, namun usaha dan kerja kerasnya belajar tidaklah sia-sia. Ia berhasil mendapatkan Zertifikat A2 dan meneruskan proses ke Pencarian Keluarga. Bersyukur tak butuh waktu lama, Susan sudah bisa mendapatkan Gast Familie setelah 1 bulan. Biasanya untuk yang berkerudung membutuhkan waktu hingga 3 bulan.  berhasil berangkat menjadi Aupair di salah 1 kota di Jerman yaitu Beckum.

Tahap selanjutnya yang harus Susan lewati adalah Pengurusan dokumen Visa. Lagi-lagi keberuntungan menyertai Susan, ia mendapatkan visanya hanya dalam waktu beberapa minggu.

Hingga tiba saatnya Susan berangkat ke Jerman pada tanggal 31 Oktober 2018. Kini Susan sudah menjalani program Aupair selama 1 bulan. Seperti yang kita tahu, program Aupair adalah program pertukaran budaya dimana ia akan menjalani program Aupair selama 1 tahun di kota Beckum, Jerman.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas keseruan Susan menjadi Aupair. Disela-sela Susan menjalani program Aupair, Susan masih berkesempatan untuk membuat Vlog keseharian selama menjadi Aupair. Yang mengartikan bahwa menjadi Aupair bukanlah menjadi TKI atau TKW.

Aktivitas pertama yang dilakukan Susan selama menjadi Aupair adalah bangun pagi. Sekitar pukul 05:00 waktu Jerman Susan harus sudang bangun. “dingin banget sebenernya karna aku gak pake baju hangat gitu“ ucap Susan pada Vlog-nya. Suhu di Jerman pada musim dingin bisa menyentuh angka hingga 7°C. Iiih pasti sangat dingin banget ya. Terbukti dari Susan yang sampai menggunakan jaket di dalam rumah.

Setelah bangun pagi, Susan melanjutkan aktivitasnya dengan membuat sarapan untuk dirinya. Terkadang juga Susan menyiapkan sarapan untuk Gast Familie layaknya sebagai kakak di dalam suatu keluarga yang memasakan orang tuanya. Uuhh so sweet ya.

Pada Vlog-nya Susan, Susan membuat sarapan dengan pastel yang sebelumnya telah ia bekukan. Susan menggunakan kompor elektronik untuk memasaknya, jangan heran ya di Jerman serba canggih.

Untuk kamu yang muslim jangan khawatir akan apa yang nanti kamu makan selama menjalani program Aupair di Jerman. Karna kamu akan disediakan makanan yang tidak mengandung babi ataupun alkhol oleh Gast Familie. Tapi, jangan berharap juga di Jerman ada yang jualan nasi uduk ya hehe.

Setelah sarapan, kegiatan Susan selanjutnya adalah merapihkan ruangan sekitar dapur agar tetap terlihat bersih. Jangan mikir langsung pembantu nih, ya masa tinggal dirumah sendiri rumah kotor dibiarkan. Aupair sebagai yang tinggal disana juga harus bisa menjaga lingkungan rumah tetap bersih ya.

Disela-sela Susan menjalani aktivitas Aupair. Susan menyempatkan untuk menghubungi adiknya yang di Indonesia. “macam-macam aja tuh kalo untuk sekolah mah gapapa, lah ini untuk gaya-gaya pisan” gunyam Susan memarahi adiknya.

 

Sepertinya adiknya Susan meminta dibelikan sesuatu ya. Jadi untuk kamu yang masih bingung kalo ikut program Aupair cara menghubungi keluarga di Indonesia itu gimana. Jangan khawatir, karna kamu akan mendapatkan fasilitas wifi di rumah Gast Familie atau nanti kamu akan mendapatkan kartu provider Jerman agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga kamu di Indonesia.

Baru 1 bulan Susan menjalani program Aupair di Jerman. Susan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, yaitu mempersiapkan acara ulang tahun untuk adik angkatnya di Jerman. Susan mendapatkan Gast Familie yang memiliki 2 anak dengan umur 3 tahun dan 1 setengah tahun. Pengalaman yang gak akan terlupakan bagi Susan karna menyiapkan acara ulang tahun orang Jerman. Orang Jerman kalo ulang tahun diceplokin pakai telor gak ya seperti di Indonesia? Hehe.

Aktivitas lainnya yang Susan lakukan selama menjalani program Aupair adalah menjemput adik angkatnya yang bersekolah. Jika jarak sekolah dari rumah Gast Familie, Aupair akan mendapatkan fasilitas kendaraan. Selama menjemput adiknya, Susan masih diantar oleh Gast Familie untuk menuju ke sekolah. Wah, sangat menyenangkan sekali ya jadi Susan.

Seperti yang sudah kami jelaskan tentang fasilitas yang akan didapatkan Aupair salah satunya adalah kursus lanjutan bahasa Jerman.  Dan Susan mendapatkan fasilitas kursus lanjutan bahasa Jerman. Selama di tempat kursus Susan mendapatkan teman 1 kursus dari berbagai negara. Pengalaman yang sangat menyenangkan karna bisa berteman dengan orang-orang dari penjuru dunia. Jarak tempuh tempat kursus dari rumah Gast Familie Susan hanya sekitar 15 menit berjalan. Kebetulan Susan mendapatkan fasilitas sepeda. Dengan suhu sekitar 7°C yang sangat dingin, bersepeda di Jerman bakal keringetan gak ya seperti di Indonesia? Hanya Susan yang tahu karna Susan sudah merasakan bersepeda di Jerman. Kalo kamu kapan? :p

Susan juga mendapatkan 1 buah kamar yang cukup luas. Dengan fasilitas kasur, meja, lemari, ac, dll. Kalo dipikir-pikir untuk apa ya ada ac? Kan di sana udah dingin ya. Atau untuk penghangat? Hanya Susan dan orang-orang Jerman yang tahu hehe.

Di dalam Vlog-nya Susan menjalani program Aupair, kita disajikan pemandangan-pemandangan kota Beckum, Jerman yang sangat indah. Tapi lebih indah lagi jika dipandang langsung dengan mata kepala kita sendiri. So, kapan kamu mewujudkan impian kamu pergi ke Jerman melalui program Aupair? Kamu sendiri yang menentukannya.

Cukup segitu dulu ya pembahasan tentang Susan, untuk kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut keseharian Susan kamu bisa langsung kunjungi Channel youtube YAIJ di link bawah ini. Dan jangan lupa subscribe agar kamu gak ketinggalan info-info penting lainnya seputar Aupair, FSJ dan Ausbildung.

Vlog Susan – Menjadi Aupair Di Jerman :

https://www.youtube.com/watch?v=NOxRvTlpK-I&t=48s

 

(Cr : Dodi Al Kusuma).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *