Peluang Wanita Berjilbab Mengikuti Aupair Jerman

Peluang Wanita Berjilbab Mengikuti Aupair Jerman

Bisakah Saya Wanita Berjilbab Mengikuti Aupair Jerman

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya ketika mencarikan salah satu peserta Aupair saya untuk keluarga asuh di Jerman, sekaligus untuk menjawab pertanyaan saya , ” Seberapa sulit seorang Wanita Berjilbab untuk menjadi Aupair ?”

Sebenarnya bukan kali ini yang pertama saya mencarikan Keluarga Asuh untuk Aupair di Jerman, karena Peserta Kelas Aupair saya yang bulan April – Mei 2014 kemarin juga ada yang berjilbab dan bisa menemukan keluarga asuh juga di Jerman, bulan Juli 2014 (bulan depan) Insya Allah ia akan berangkat ke Jerman

Sebenarnya saya rasa ia termasuk yang cukup beruntung karena dengan berjilbab ia bisa cepat dan mudah menemukan Keluarga Asuh di Jerman, tetapi ternyata ada hal lain diluar keberuntungannya tersebut :-). Ya ternyata Peserta Aupair yang sebelumnya ada yang akan ia teruskan Aupair nya adalah seorang wanita berjilbab pula dan sangat kebetulan wanita tersebut dari Indonesia, maka tidak kaget juga saya ketika mendapatkan email balasan dari keluarga asuh tersebut, bahwa ia bisa menerima seorang wanita berjilbab 🙂

Ok kita tinggalkan untuk kasus yang ini, saya kembali kepada kasus peserta Aupair saya yang lain yang saat saya buatkan tulisan ini masih saya carikan keluarga. Kurang lebih sudah 2 agen yang menginterview dia, pada agen yang satu tidak ada masalah dan akan segera mencarikan keluarga asuh untuk nya. Hanya pada agen yang 1 lagi agak kaget dan terperangah juga saya, ketika karyawan saya menanyakan hasil interview dengan agen tersebut : apa yang dibicarakan ? berapa lama dll. Yang dikatakan agen tersebut dan membuat saya cukup terperangah adalah bahwa agen tersebut berkata :

Kalo misalkan Jilbab nya dilepas pas di rumah, tetapi silahkan dipakai lagi ketika di luar rumah gimana ? Bersedia tidak ? Karena agak sulit menemukan keluarga yang menerima perempuan berjilbab “

:-). Sebenarnya saya tidak terlalu kaget sih dengan pernyataan agen tersebut, dan malah membenarkan apa yang selama ini saya yakini, bahwa memang agak sulit bagi keluarga asuh di Jerman dengan perempuan berjilbab. Saya sendiri kurang tahu kenapa, dan ada juga beberapa peserta saya / kawan saya yang kesulitan mencari keluarga asuh di Jerman ketika mengatakan kita MUSLIM. Mungkin dalam fikiran mereka bahwa kita MUSLIM, banyak melakukan ibadah dan membutuhkan waktu lama di tiap ibadahnya :-). Makanya saya biasanya menyarankan kepada siapapun yang akan mencari keluarga asuh di Jerman jika kita ingin mengatakan kita muslim, tetapi sampaikan bahwa kita ibadah tidak lama, memang kita ibadah 5 x sehari tetapi itu paling hanya 5 menit untuk tiap ibadahnya dan kita berjanji untuk tidak mengabaikan / menelantarkan tugas – tugas kita 🙂

Saya membuat tulisan ini tanpa niat sedikitpun untuk mengecilkan hati para Wanita Berjilbab yang ingin menjadi Aupair di Jerman, karena memang ada juga junior, murid / kawan saya yang bisa tetap mengenakn Jilbab ketika menjadi Aupair di Jerman, saya membuat tulisan ini hanya sekedar sharing berdasarkan pengalaman saya selama membantu peserta saya mencarikan keluarga asuh di Jerman 🙂

Dimana Ada Kemauan Disitu Ada Jalan”

Yakinlah itu dalam hati teman-teman semua, bahwa “Dimana ada kemauan disitu ada jalan”. Oleh karena itu tetap semangat dan “Wujudkan Mimpi Teman-Teman Semua ke Jerman” lewat Program Aupair ini

Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *